Monday, June 21, 2010

NETRAL menyindir musik Indonesia Sekarang..



Banyak orang mengatakan kepada kami untuk membuat musik yang gampang saja supaya netral bisa maju dan diterima pasar yang lebih luas.

Lalu ada juga yang mengatakan kepada kami supaya tidak usah membuat album, cukup membuat satu lagu saja lalu dijual eceran melalui RBT.

Kemudian ada juga yang mengatakan kepada kami untuk bikin lagu bagian Reffrain nya saja, toh sekarang yang bisa dijual cuma bagian itu saja.



Bagaimana menurut kalian ?

Sudah parahkan kondisi kami, sehingga kami tidak bisa dijual ???
sedemikian parahkah kami sehingga kami dikalahkan oleh hegemoni musik pop melayu ?
Sedemikian parahkah kondisi bangsa ini sehingga tidak lagi menyukai sesuatu yang menantang ?

Bagaimana menurut kalian ?

Apapun kata orang,
Kami tetap akan berjalan dengan cara lama, kami akan tetap memproduksi album,
kami tetap akan membuat musik Rock,
kami akan tetap berkarya menurut idealisme kami,
kami tetap akan menjual kaset dan Cd walupun bajakan sudah tidak terbendung lagi.

Bagaimana menurut kalian ?

Ada juga yang berkata "netral bikin album rohani donk seperti band ini atau band itu ?"
kalau Bulan Puasa pakai sorban, kalau bulan biasa pakai baju rock, kalau helloween pakai baju seram, dan kalau desember pakai baju santa klaus.

Bagaimana menurut kalian ?

Apakah idealisme sebuah band sudah semurah itu ?
Apakah kami harus melacur agar kami bisa survive di industri ini ?

bagaimana menurut kalian ?

Satu demi satu kelompok musik rock mulai berguguran di negeri ini karena tidak kuat untuk terus berkompetisi dengan musisi musisi baru.
Industri ini membuat mereka menggulung tikar dan beralih profesi.
Idealisme mereka sudah tidak bisa dijual lagi, kepiawaian musik yang mereka miliki tak berguna lagi.
saat ini cukup dengan kunci "c am dm ke g ke c lagi" sudah cukup untuk menjadi sukses. Saat ini Tidak perlu lagi skill skill sulit yang menantang ataupun lirik musik yang puitis dan penuh arti.
sungguh kondisi yang menyedihkan menurut kami.

Bagaimana menurut kalian ?

Dimana musisi-musisi kita yang pernah sangat membanggakan negeri ini ? dimana musisi musisi cerdas yang pernah memajukan perkembangan musik di tanah air ?
kenapa sekarang seolah lenyap, dan digantikan oleh generasi hijau daun yang baru bisa belajar alat musik. Harusnya regenerasi musisi melahirkan musisi yang lebih cerdas bukannya malah melahirkan musisi yang sukanya minum es teh dua gelas.
bagaimana menurut kalian ?
Kebebasan berekspresi dan animo masyarakat apakah harus diarahkan agar tidak berjalan ke arah yang salah ? atau kita biarkan saja bangsa ini membunuh dirinya sendiri ? Dengan kita membiarkan kebebasan berekspresi yang minim edukasi akan menghambat prestasi para minoritas. Minoritas yang harusnya membawa angin perubahan untuk negeri ini dibantai habis oleh para opportunis yang memanfaatkan kelemahan masyarakat kita.

bagaimana menurut kalian ?

Kami sudah lelah berargumen, bukanya mendapat simpati, malah kami makin dicerca karena dianggap tidak fair.
Maunya membangun musik negeri ini, malah kami dianggap biang kerusuhan.
maunya memajukan musik indonesia, malah kami dianggap urakan.

bagaimana menurut kalian ?

No comments:

Post a Comment